SELAMAT DATANG

ini adalah situs yang memberikan informasi seputar Sejarah Labuhanbatu dan keberadaan Kerajaan-kerajaannya dimasa lalu. Daerah-daerah yang saling berhubungan akan dipublikasikan. Juga dilengkapi film-film tempo dulu, photo-photo lama dan photo-photo yang berkaitan dengan budaya, adat dan istiadatnya, serta pemerintahan di masa penjajahan.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kerajaan Kotapinang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kerajaan Kotapinang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2011

LAHIRNYA CABANG-CABANG KETURUNAN KERAJAAN KOTA PINANG

Posted by winzCyber 02.02, under | 6 comments

Selama Batara Guru Gorga Pinayungan menjadi raja di daerah Pinangawan dan Bagan Sinombah, perkembangan sejarah pada masa pemerintahannya kurang begitu jelas diketahui. Batar Guru Gorga Pinayungan wafat disekitar tahun 1569 dalam keadaan yang cukup tua dan dimakamkan di Pinangawan, atau juga dikatakan Marhum Mangkat di Rotan Mumuk, Kotapinang.
Setelah wafat, kekuasaan lalu digantikan oleh anaknya yang bernama Raja Musa (Sutan Musa). Setelah menjadi Raja, lalu Raja Musa memindahkan pusat kerajaan ke daerah Kotapinang yang awalnya berada di daerah Pinangawan.

Ketika Sutan Musa menjadi raja, banyak peristiwa penting yang terjadi, dan membuat pengungkapan sejarah daerah ini semakin terang.
Menurut sejarahnya, Sutan Musa memiliki 2 orang istri. Dari istri yang pertama memiliki 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Anak yang pertama bernama Maharaja Awan, anak kedua adalah Raja Abbas, lalu Raja Thahir, dan terakhir adalah Raja Rinto Binuang. Sementara itu anaknya yang perempuan bernama Siti Ungu Selendang Bulan atau juga dinamakan Siti Unei, dan anak perempuana yang terakhir tidak diketahui namanya. Dari istri kedua juga memiliki beberapa orang anak.

Ketika Sutan Musa sudah merasa tua dan merasa tak mampu lagi untuk menjalankan pemerintahan, lalu mengangkat anaknya Maharaja Awan menjadi raja Kotapinang yang ketiga. Salah seorang anaknya dari istri kedua juga menginginkan menjadi raja dan meminta kepada ayahnya (Sutan Musa) agar diangkat menjadi raja. Istri kedua Sutan Musa juga mendukung hal ini dan berharap agar keturunannyalah yang akan menjadi penerus kerajaan. Tapi semua ini tidak dikabulkan oleh Sutan Musa.

Disaat Maharaja Awan telah ditabalkan menjadi raja Kotapinang ketiga, semakin bertambahlah kemarahan dalam hati sang anak dari istri kedua tadi. Hal ini terjadi karena sudah sejak awal (sebelum adanya penunjukan Maharaja Awan menjadi raja) dia mengusulkan agar bisa menjadi raja menggantikan Sutan Musa. Akhirnya, dengan amarah yang membara, dia meninggalkan istana tanpa pamit. Kepergiannya juga membawa seekor ayam Kinantan, ayam jago keturunan dari Minangkabau.

Dalam perantauannya, hampir disetiap tempat, dia akan menyabung ayam jagonya dengan ayam-ayam lain. Tiap disabung, ayam Kinantan tersebut selalu menang. Berbulan-bulan anak Sutan Musa ini melakukan perjalanan, menjelajahi kampung demi kampung. Hingga akhirnya sampailah dia ke daerah Aceh, pada masa itu diperintah oleh Sultan Iskandar Muda.
Pada saat kedatangannya ke Aceh, disalah satu perkampungan sedang terjadi sabung ayam. Lalu dia melibatkan diri dalam permainan sabung ayam tersebut. Dalam sabung ayam ini, ayamnya (Kinantan) juga selalu menang dan akhirnya membuat dirinya menjadi cukup dikenal oleh orang-orang kampung. Ternyata Sultan Iskandar Muda juga mendengar hal ini. Sultan juga mempunyai seekor ayam jago yang jarang mendapat lawan tanding yang seimbang.

Karena Sultan juga mempunyai seeokor ayam jago, lalu dia menyuruh panglimanya untuk memanggil anak Sutan Musa tersebut menghadap ke istana. Anak Sutan Musa ini tidak pernah berfikir akan menemui seorang Sultan hanya karena ayam jagonya.



Senin, 04 April 2011

KERAJAAN KOTAPINANG

Posted by winzCyber 02.29, under | 12 comments

SEJARAH DATANGNYA ANAK-ANAK SUTAN ALAMSYAH SYAIFUDDIN, RAJA NEGERI PAGARRUYUNG KE DAERAH LABUHANBATU dan TAPANULI SELATAN

Adapun Sejarah Kerajaan Kotapinang ini disusun oleh penulis (Raja Azman Syarif-alm) dengan bantuan Tengku Khairuddin, yaitu salah satu keturunan Kerajaan Kotapinang, yang mana cukup mengetahui akan sejarah lahirnya Kerajaan Kotapinang.
Penulisan Sejarah datangnya anak-anak Sutan Alamsyah Syaifuddin juga berdasarkan berbagai dokumen yang dikumpulkan, salah satunya adalah LAPORAN PIHAK KERAJAAN KOTAPINANG KEPADA ASISTEN RESIDENT ASAHAN, DENGAN SURATNYA YANG BERNOMOR 4/M v0/5 TERTANGGAL 12 NOVEMBER 1924, DIKELUARKAN DI KOTA BAHRAN (KOTAPINANG), DITANDATANGANI OLEH SERIPADUKA YANG DIPERTUAN KOTAPINANG (DIPERTUAN MUSTHAFA PERKASA ALAMSYAH).

Dari hasil penelusuran sejarah, Penulis dan Tengku Khairuddin membantah cerita diluaran mengenai Sejarah Kerajaan Kotapinang yang menyangkut anak-anak Sutan Alamsyah memasuki daerah ini, yang banyak terjadi kesimpangsiuran dan bertolak belakang dengan fakta.
Karena terjadi banyak kesimpangsiuran ini maka penulis dan Tengku Khairuddin mengambil satu kesimpulan demi meratakan jalanya sejarah daerah ini dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan dari keturunan masing-masing.

Disekitar tahun 1520 Masehi, sesuai petunjuk Tambo yang ada, di Minangkabau (Sumatera Barat), terdapat Kerajaan Pagarruyung. Pada masa itu diperintah oleh Sutan Alamsyah Syaifuddin.
Berapa orang anak dari Sutan Alamsyah Syaifuddin tidak diketahui dengan jelas. Namun yang pasti (sesuai aturan yang berlaku), anaknya yang tertua tentulah menjadi raja menggantikan ayahnya. Selain itu terdapat lagi 3 orang anaknya (kalau memang betul) yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 1 wanita :

1. BATARA GURU GORGA PINAYUNGAN, atau juga dikatakan Marhum Mangkat di Rotan Mumuk Pinangawan (Kotapinang), merupakan Raja Kotapinang pertama yang berkedudukan di Pinangawan.
Nama ini kemungkinan bukan nama yang sebenarnya di Pagarruyung, hanya setelah meninggalkan istana, jatuh ke daerah Bagan Sinombah dan Pinangawan, kemudian oleh masyarakat dijadikan raja. Nama Batara Guru Gorga Pinayungan, diduga dibuat oleh masyarakat Tambak/Dasopang, yang mendiami daerah itu pada mulanya.

2. BATARA GURU GORGA PAYUNG, atau juga dikatakan SUTAN KUMALA YANG DIPERTUAN, yang jatuh ke daerah Penyabungan Mandailing (Tapanuli Selatan) dan dijadikan raja di daerah itu. Nama ini juga kemungkinan bukan nama yang sebenarnya, sama seperti  abangnya Guru Gorga Pinayungan.

3. PUTRI LINGGANI, atau juga dikatakan PUTRI LEGEN, turut bersama abangnya Guru Gorga Pinayungan.

Adapun penyebab kedatangan anak-anak Sutan Alamsyah Syaifuddin ke Labuhanbatu dan Tapanuli Selatan tidak dapat diketahui dengan jelas.

Menurut kisahnya, berdasarkan hasil laporan Raja Kotapinang kepada Asisten Resident Asahan, tiga bersaudara ini pergi meninggalkan Istana Pagarruyung, bersama mereka terdapat seekor anjing pemburu yang bernama "Cempaga Tua". Menurut Tambo Bilah dan Panai, selain seekor anjing, terdapat pula 2 ekor ayam Kinantan (ayam jago) dan sebuah tongkat berkepala emas.

Tags


Lambang Kabupaten Labuhanbatu

Rantau Prapat

Rantau Prapat
Kantor Pos dan Telephon pada tahun 1934

Labuhanbilik

Labuhanbilik
Biro Imigrasi untuk pendatang dari Jawa (kuli kontrak-1925) di Labuhanbilik

Istana Kotapinang

Istana Kotapinang
Istana Kesultanan di Kotapinang

Istana Bilah

Istana Bilah
Istana Kesultanan Bilah di Negerilama

Istana Maimun

Istana Maimun
Istana Sultan Deli - 1897

Istana Kerajaan Siak