SELAMAT DATANG

ini adalah situs yang memberikan informasi seputar Sejarah Labuhanbatu dan keberadaan Kerajaan-kerajaannya dimasa lalu. Daerah-daerah yang saling berhubungan akan dipublikasikan. Juga dilengkapi film-film tempo dulu, photo-photo lama dan photo-photo yang berkaitan dengan budaya, adat dan istiadatnya, serta pemerintahan di masa penjajahan.

Selasa, 19 April 2011

Maharaja Nulong Dan Si Bongsu Alang

Posted by winzCyber 08.09, under | 2 comments

Ini adalah salah satu kisah atau hikayat yang terdapat di Bilah Hilir, Negerilama yang hampir tak pernah diungkapkan. Namun, orang-orang pada masa dulu banyak juga yang mengetahui akan hikayat Si Bongsu Alang ini.

Jika pun ada orang yang pernah mengungkapkan tentang hikayat ini, ceritanya jauh berbeda dari yang sebenarnya. Mungkin karena faktor sulitnya mencari orang-orang yang benar-benar mengetahui hikayat ini, akhirnya jalan cerita yang ditulis ditambahi atau dibubuhi dengan cara pikir penulisnya sendiri. Namun hal itu tidak apa-apa, yang perlu diambil sisi positifnya yaitu penulisnya telah berusaha untuk mengungkapnya ke khalayak ramai.

oooooooooooooooo000000000000oooooooooooooooo


Pada masa Sutan Yunus berkuasa sebagai Raja Gunung Suasa, salah seorang iparnya yang laki-laki pergi meninggalkan daerah Gunung Suasa setelah dia menikah untuk mencari perkampungan baru. Setelah menyusuri sungai Bilah kehilir, akhirnya mereka tiba di sebuah tempat, yang kemudian akhirnya dikenal dengan nama Kampung Buluh Mario.

Kampung Buluh Mario ini terletak dipinggir sungai bilah, sekarang tempat ini berada didaerah Sungai Mambang, sekitar 9 km dari pekan Negerilama. Namun nama kampung ini sudah tidak ada lagi, telah hilang ditelan waktu dan mungkin hanya segelintir warga yang pernah mengetahui adanya nama kampung ini.

Menurut kisahnya, ipar dari Sutan Yunus ini mempunyai 7 orang anak, namun 6 orang anaknya meninggal sewaktu masih kecil, akhirnya cuma seorang saja yang hidup untuk menjadi pelipur lara. Anak tersebut mereka beri nama Bongsu Alang, seorang perempuan yang cantik jelita. Lalu, adakah arti dari nama Bongsu Alang tersebut? Bongsu (bungsu) artinya anak terakhir, sementara Alang artinya anak yang ketiga. Maksudnya, karena tak memiliki kakak dan adik, maka jadilah dia yang pertama, ketiga dan terakhir.

Bongsu alang yang berparas cantik ini memiliki rambut yang panjang hingga ke tumit kaki. Lehernya yang jenjang bak pauh dilayang. Banyak lagi perumpamaan yang diberikan orang kepadanya karena kecantikannya.

Namun, dibalik kecantikan wajahnya, terdapat cacat yang tak sesuai dengan kecantikannya. Mungkin karena kecantikannya atau ntah apa, dia memiliki sifat angkuh dan sombong. Kalau diibaratkan dengan perkataan, maka tak obahnya dia itu seperti bunga dalam taman, dilihat boleh dipegang jangan. Pada masa itu sangat banyak pemuda yang ingin mempersunting dirinya, namun akhirnya mereka mundur satu-persatu setelah mengetahui akan sifat buruknya.

Sifat buruk yang dimiliki si Bongsu Alang ini juga dimiliki oleh ibunya yang akhirnya sering dipergunjingkan orang lain. Sangat berbeda dengan sang ayah. Ayahnya mempunyai sifat agak pendiam, suka membantu para tetangganya, tak pernah mengenal lelah atau jemu dalam membantu orang lain hingga akhirnya banyak disenangi.

Karena dua sifat yang berlawanan inilah maka akhirnya niat oarang-orang kampung ingin menyingkirkan mereka tidak jadi. Karena ayah si Bongsu Alang, maka oarang-orang kampung terpaksa menghormati keluarga ini.

Maharaja Nulong, setelah memindahkan pusat kerajaan ke daerah Teluk Belanti, sedang sibuk dalam menata pemerintahannya. Sebagai seorang pemuda yang sedang meningkat dewasa, Maharaja Nulong juga akhirnya mendengar akan kecantikan si Bongsu Alang. Namun, dia belum berpikir untuk mencari pendamping hidup. Akan tetapi, karena begitu santernya orang-orang membicarakan kecantikan si Bongsu Alang, akhirnya tergerak juga hatinya ingin melihat sampai dimana kecantikanya.
 
Setelah menyelidiki, akhirnya Maharaja Nulong mengetahui bahwa ternyata si Bongsu Alang masih merupakan kerabat dekatnya. Karena masih ada hubungan kerabat yang cukup dekat, akhirnya Maharaja Nulong punya alasan untuk melihat kecantikan si Bongsu Alang dari dekat, dengan alasan datang berkunjung untuk silaturrahmi keluarga.
 
(bersambung)


2 komentar:

ni juga kentang (kna tanggung) bang,, sakit ni kena tanggung ni,,,di tunggu kelanjutannya bg,, makasi,,

Silahkan berpindah ke www.sejarahsumatera.com. Blog ini tidak diupadate lagi.

Posting Komentar

Silahkan beri komentar disini

Tags


Lambang Kabupaten Labuhanbatu

Rantau Prapat

Rantau Prapat
Kantor Pos dan Telephon pada tahun 1934

Labuhanbilik

Labuhanbilik
Biro Imigrasi untuk pendatang dari Jawa (kuli kontrak-1925) di Labuhanbilik

Istana Kotapinang

Istana Kotapinang
Istana Kesultanan di Kotapinang

Istana Bilah

Istana Bilah
Istana Kesultanan Bilah di Negerilama

Istana Maimun

Istana Maimun
Istana Sultan Deli - 1897

Istana Kerajaan Siak